Habis Terang Terbitlah Gelap: Pendidikan pada COVID19

Habis Terang Terbitlah Gelap: Pendidikan pada COVID19

Pendidikan ( education ) adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari suatu generasi ke generasi berikutnya serta merupakan gerbang kebangkitan maju mundurnya suatu Negara, pendidikan berasal dari kata latin ( eductum) , menurut para ahli “pendidikan adalah proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak peserta didik, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya ( Ki Hajar Dewantara ) ”.Menurut Undang-undang Nomor 20 tahun 2003, pengertian pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Begitu penting nya bagi kehidupan peradaban manusia untuk menuju masa akan datang. Mulai dari zaman kolonial penjajahan Belanda dan Jepang harus sembunyi-sembunyi untuk mendapatkan pendidikan. Pada masa saat ini harta yang berharga dan bernilai tinggi adalah pendidikan, ESDM para orang tua selalu mendukung dalam bidang pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SLTA sampai Perguruan Tinggi , antusias orang tua untuk mengejar pendidikan sangatlah tinggi pada saat ini.Tanpa pendidikan tiadalah berarti apa-apa.

2 Maret 2020 untuk pertama kalinya pemerintah mengumumkan dua kasus pasien positif  di Indonesia COVID 19 yang merata keseluruh penjuru dunia termasuk Indonesia, seluruh program tidak dapat berjalan seperti biasa termasuk dalam bidang pendidikan, untuk keamanan pribadi maupun kelompok untuk beristirahat dirumah, tidak berkumpul serta tidak melakukan kegiatan sosial.

Dalam dunia pendidikan , kejadian ini sangatlah berdampak tidak baik pada diri anak anak (pelajar ), yang kebiasaan sebelum COVID 19 terjadi, para anak didik sangatlah riang berjumpa dengan teman-teman, bermain ,bercanda dan bercerita. Begitu juga dengan para pendidik ( guru ), tawa, ceria serta penyampaian ilmu yang dimiliki disampaikan kepada anak anak untuk menambah ilmu pengetahuan dan perubahan karakter.

Saat ini setelah terjadinya covid19 perubahan pendidikan sangat menurun, baik ditingkat Dasar, Menengah, Atas dan Perguruan tinggi mengalami hal yang sama. Terutama tingkat Dasar dan Menengah, siswa belum dapat seratus persen menerima pembelajaran tanpa tatap muka, dilakukan dari jarak ( rumah ) melalui handphone , tidak sepenuhnya siswa aktif melaksanakan pembelajaran tersebut dengan alasan tidak sempurna , karena tidak semua memiliki alat (handphone, jaringan dan paket ). Jadi dalam hal ini terjadinya anak tidak konsekuen dan terlalu banyak bermain dikarnakan anak tidak ada yang memberikan dukungan ( guru ) dirumah, terutama orang tua, tidak semua orang tua dapat memberikan pembelajaran dirumah, alhasil anak tidak serius dan malas belajaran banyak bermain-main.

Semoga COVID 19 segera berakhir untuk kecerdasan anak bangsa menuju masa yang akan datang ..


TAZKIR,SPd: GURU BAHASA INDONESIA SMA NEGERI 1 BUKIT


Leave a Reply