Penulis: admin

Cerpen: Sengsara Membawa Berkah

Orang tuaku sudah tiada baik Ayah maupun Ibu, kami ditinggalkan enam bersaudara aku anak ke lima  Ayahku meninggal dalam keadaan sakit sewaktu aku kuliah semester tujuh,aku mulai bekerja untuk uang kuliah mulai dari semester satu, karena saya tau kesanggupan ayah dalam membelanjai diriku,dan aku sambil membantu ayah aku bekerja pada sebuah perusahaan Koperasi, yang pekerjaannya memberikan pinjaman pada orang yang meminjam, dari hasil bekerja itulah aku dapat membiayai kuliahku,aku berharap ayahku dapat menyaksikan aku dalam wisuda, tapi Allah swt lebih sayang kepada ayahku dan wisudaku hanya didampingi ibuku .

Pekerjaan berpindah-pindah sudah menjadi tradisi bagi diriku, karena diriku seorang pengangguran ,pekerjaan tidak menetap yang mempunyai dua anak masa itu,pikiran bingung karena harus mencari nafkah untuk membiayai dua orang anak satu isteri yang selalu sabar dengan keadaan yang tidak menentu.

Setiap malam kegelisahan selalui menyelimuti diriku, memikirkan pekerjaan apalagi untuk hari esok.Hari yang cerah , kubuka helaian dauan jendela untuk menyinari sejuknya udara pagi, duduk sambil minum secangkir kopi sambil mendengarkan radio dan membaca Koran, hampir bosan membaca Koran tiba-tiba ada sebuah lowongan pekerjaan di salah satu hotel, dengan wajah yang ceria diriku beranjak dari tempat duduk, sambil berlari kecil kekamar mandi membersihkan keringat yang menempel dikulit sambil menggosok gigi, setelan rapi berangkat menuju tempat penerimaan pekerjaan dengan harapan diterima,

Tiba ditempat langsung menjumpai panitia penerimaan, sambil menunggu giliran wawancara, keringat dingin tak lagi terbendung. nomor selanjutnya terdengar suara memanggil bersedu sedu, sayapun bangkit melangkah menuju ruangan wawancara. tok..tok..tok  tanganku mengayunkan pada dinding pintu..”masuk, ada suara yang memanggil” langsung diriku masuk dalam ruangan , banyak beberapa pertanyaan yang diajukan yang akhirnya diterima sebagai security dengan sedikit kekecewaan karena tidak sesuai dengan pendidikan sarjana yang saya emban, “tak mengapalah kataku dalam hati” sayapun berpamitan dan pulang sambil menyumpai isteri yang penuh harapan ada pekerjaan,”saya diterima,tetapi hanya sebagai security, tidak apa pinta isteri “yang penting ada pekerjaan “ sayapun hanya tersenyum sinis.

Esok harinya pekerjaan sudah menunggu, dengan hati ikhlas saya jalani penuh semangat. Setahun tidak terasa pekerjaan sebagai security terjali dengan baik, tidak ada perubahan dengan gaji 250.000 (duaratus lima puluh ribu rupiah),perlahan –lahan saya meninggalkan pekerjaan itu. Pengangguran kembali terjadi tetapi tidak terlalu lama, ada tetangga memberitahukan ada sebuah perusahaan menerima karyawan”lumayan lho gajinnya”, “apa benar”..”benar pintanya”, lamaranpun tertuju pada perusahaan tersebut, hanya ada lowongan sebagai pegawai kebersihan, “tidak berfikir panjang” lamaran tersebut saya terima.

Alhasil walau tidak sesuai dengan gelar yang saya miliki (Sarjana Hukum ), tiga tahun waktu berlalu tidak terasa,anak bertambah umurnya, disamping  bekerja , isteri menawarkan untuk kuliah lagi untuk menagmbil gelar kependidikan , tawaran isteripun diterima untuk melanjutkan pendidikan, terjalani sampai menamatkan pendidikan dengan tujuan agar lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan yaitu seorang guru dengan jurusan Bahasa Indonesia.

Tidak terpikir untuk mendapat pekerjaan dimasa yang akan datang, karena usia hampir mendekati untuk mencoba penerimaan Pegawai Negeri Sipil.

Malam larut tak berbintang , angin berhembus berari lari kesana kemari tanpa arah menembus poi-pori kulitku, gelisah tak menentu,pikiran terus melayang-layang bagai layang layang yang tak menetu arah.

Pagi yang cerah tak pernah secerah mentari muncul dari ufuk timur menerangi seluruh isi bumi, tepat nya hari minggu tahun 2014, suasana ramai tidak seperti biasanya, dikota dan dipantai ramai sekali karena bertepatan dengan hari libur, tiba tiba terdengar Allahu akbar beberapa kali, ada apa “dalam hati bertanya , tiba tiba pikiranku pusing perut terasa mual, apakah aku pening pinta dalam hati, rupanya bukan pening, lantai bergetar dan bergoyang-goyang kekanan dan kiri terkadang kedepan dan kebelakang , gempa!!! teriakku…manusia berhamburan keluar dari dalam rumah sambil menyebut nama Allahuakbar..Allahuakbar…bumi bergoncang berhenti sejenak, air laut tumapah kedaratan menghanyutkan apa yang ada dibumi banyak yang kehilangan sanak saudara dan orang tua.

Semenjak itu banyak yang kehilangan pekerjaan karna korban gempa, tepat tahun 2005 pemerintah membuka lowongan pekerjaan untuk pegawai negeri secara besar-besaran karena disetiap instansi banyak yang kosong, kebetulan jurusan yang saya miliki yaitu jurusan bahasa Indonesia termasuk peminatnya sangat sedikit, saya pun menhajukan permohonan untuk ikut tes pegawai negeri untuk menjadi seorang guru.Selesai mengikuti testing pikiran mulai kacau ,kerena dalam pikiran penuh khawatir “lulus atau tidak lulus”,hari terus berganti tibalah saatnya pengumuman hasil tes CPNS, hati dag dik dug…..sambil duduk diwarung kopi membuka selebaran Koran “ jantung berdetak kencang” saya melompat kegirangan sambil berteriak “aku lulus,aku lulus” berita ini terdengar kepada orang tua dan isteriku, dengan gembiranya orang tua dan isteriku  mendengar berita tersebut.

Aku menjadi  seorang yang optimis dan bukan pesimis lagi, kegembiraan ini saya bersyukur kepada Allah,swt yang telah mendengar doaku selama ini, hari hari berlalu saya menjadi seorang guru pada salah satu sekolah SMA yang dahulunya saya alumni sekolah tersebut.

Hari demi hari kulalui membimbing, mengajarkan kepada para siswa dan siswa, saya menikmati menjadi seorang guru mungkin ini ada aliran darah dari orang tua saya yang pernaj menjabat sebagai kepala sekolah dasar. Kebanggan ini saya tunjukan kepada siswa/siswi tak pernah jenuh dalam membimbing dan mengajrakan ilmu ilmu yang bermanfaat.

Dalam beberapa tahun kujalani tantangan sebagai seorang guru mulai terasa terutama dari akhlak-akhlak siswa/siswi, tetapi dengan penuh kesabaran rintangan itu terlewati , sungguh mulia jasa guru yang selalu menerangi anak didiknya penuh dengan ke ikhlasan dan kesabaran, guru pahlawan tanpa tanda jahasa, tanpa bintang-bintang dipundak, yang hanya dapat diberikan adalah senyuman dan senyuman,sungguh mulia jasamu .

TAZKIR,SPd

SMA NEGERI 1 BUKIT KAB.BENER MERIAH

Habis Terang Terbitlah Gelap: Pendidikan pada COVID19

Pendidikan ( education ) adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari suatu generasi ke generasi berikutnya serta merupakan gerbang kebangkitan maju mundurnya suatu Negara, pendidikan berasal dari kata latin ( eductum) , menurut para ahli “pendidikan adalah proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak peserta didik, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya ( Ki Hajar Dewantara ) ”.Menurut Undang-undang Nomor 20 tahun 2003, pengertian pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Begitu penting nya bagi kehidupan peradaban manusia untuk menuju masa akan datang. Mulai dari zaman kolonial penjajahan Belanda dan Jepang harus sembunyi-sembunyi untuk mendapatkan pendidikan. Pada masa saat ini harta yang berharga dan bernilai tinggi adalah pendidikan, ESDM para orang tua selalu mendukung dalam bidang pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SLTA sampai Perguruan Tinggi , antusias orang tua untuk mengejar pendidikan sangatlah tinggi pada saat ini.Tanpa pendidikan tiadalah berarti apa-apa.

2 Maret 2020 untuk pertama kalinya pemerintah mengumumkan dua kasus pasien positif  di Indonesia COVID 19 yang merata keseluruh penjuru dunia termasuk Indonesia, seluruh program tidak dapat berjalan seperti biasa termasuk dalam bidang pendidikan, untuk keamanan pribadi maupun kelompok untuk beristirahat dirumah, tidak berkumpul serta tidak melakukan kegiatan sosial.

Dalam dunia pendidikan , kejadian ini sangatlah berdampak tidak baik pada diri anak anak (pelajar ), yang kebiasaan sebelum COVID 19 terjadi, para anak didik sangatlah riang berjumpa dengan teman-teman, bermain ,bercanda dan bercerita. Begitu juga dengan para pendidik ( guru ), tawa, ceria serta penyampaian ilmu yang dimiliki disampaikan kepada anak anak untuk menambah ilmu pengetahuan dan perubahan karakter.

Saat ini setelah terjadinya covid19 perubahan pendidikan sangat menurun, baik ditingkat Dasar, Menengah, Atas dan Perguruan tinggi mengalami hal yang sama. Terutama tingkat Dasar dan Menengah, siswa belum dapat seratus persen menerima pembelajaran tanpa tatap muka, dilakukan dari jarak ( rumah ) melalui handphone , tidak sepenuhnya siswa aktif melaksanakan pembelajaran tersebut dengan alasan tidak sempurna , karena tidak semua memiliki alat (handphone, jaringan dan paket ). Jadi dalam hal ini terjadinya anak tidak konsekuen dan terlalu banyak bermain dikarnakan anak tidak ada yang memberikan dukungan ( guru ) dirumah, terutama orang tua, tidak semua orang tua dapat memberikan pembelajaran dirumah, alhasil anak tidak serius dan malas belajaran banyak bermain-main.

Semoga COVID 19 segera berakhir untuk kecerdasan anak bangsa menuju masa yang akan datang ..


TAZKIR,SPd: GURU BAHASA INDONESIA SMA NEGERI 1 BUKIT


SMK Negeri 2 Lampahan Berbenah Dalam Meningkatkan Kualitas Peroses Mutu Pembelajaran

SMK Negeri 2 Lampahan Berbenah Dalam Meningkatkan Kualitas Peroses Mutu Pembelajaran. Tepatnya ditengah jantung kota Lampahan Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah, SMK Negeri 2 menempatkan diri sebagai sekolah berbasis kejuruan, Kepala Sekolah Yuslena Sagala,SPd kelahiran Lubuk Pakam 19 Juni 1974 Alumni IKIP Medan tahun 1997 Jurusan Penddikan Teknik Elektro, Yuslena Sagala,S.Pd kepala SMK Negeri 2 Bener Meriah, sebelumnya adalah Pendiri USB SMK Negeri 3 Pertanian Bener Meriah,satusatunya wanita yang berhasil mendirikan sekolah menurut Tri Wibowo salah seorang staf Sarpras di Gedung E Kementrian Pendidikan. SMK Negeri 2 terus membenahi diri dalam peroses belajar mengajar, administrasi,Kerjasama DU/DI dan kawasan lingkungan hijau.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan  pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP/MTs dan setingkat SMA, tujuan sekolah ini adalah mempersiapkan skill siswa  untuk masuk/menciptakan lapangan kerja, karena lulusan SMK bakal menjadi tenaga siap pakai dalam dunia kerja maupun dunia industri.

SMK Negeri 2  memiliki beberapa jurusan diantaranya:  1, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, 2. Desain Permodelan dan Informasi Bangunan, 3. Teknik Instalasi tenaga Listrik serta  4. Otomasi dan Tata Kelola Perkantoran. Kinerja dan kerja keras harus optimal jika ingin berhasil , ini yang selalu menjadi pegangan beliau (YUSLENA SAGALA,SPd) , karena pendidikan adalah nomor wahid , lemah kualitas pendidikan maka lemahlah ESDM pelajar, jika kualitas pendidikan bagus maka hasil ESDM pelajar pasti akan baik.Selalu membekali generasi milenial dengan yang terbaik. Dalam mengembangkan dan memajukan sekolah, SMK Negeri 2 Bener Meriah bekerjasama dengan Komite, Perangkat Desa, Kecamatan serta Polsek dan Dandim

Prioritas yang utama kami adalah Kualitas pembelajaran harus terjaga dengan baik, hal ini dibuktikan dengan kerjasama SMK Negeri 2 Bener Meriah dengan beberapa Dunia Usaha dan Dunia Industri salah satunya ASTRA HONDA MOTOR (AHM) yang berada di Sumatera Utara dan Aceh dibidang Keahlian Otomotif ( kenderaan sepeda motor ), setiap tahun  beberapa siswa yang nilai jualnya bagus langsung dapat bekerja pada ASTRA GROP/ HONDA , jadi jika kualitas ESDM siswa rendah tidak mungkin ada kerja sama dibidang otomotif ini baik, Selain itu untuk mengikuti perkembangan dunia  SMK Negeri 2 Bener Meriah memakai Kurikulum Edutecno Enterpreneur,mengikuti Teaching Factory (TEFA) tegasnya”

Dalam pembelajaran masa COVID 19 sekolah ini satu satunya sekolah se-Kabupaten Bener Meriah mengadakan pembelajaran dirumah (Daring/Luring) dengan memberikan MODUL Pembelajaran setiap bidang studi yang dibagikan kepada siswa-siswi, bahkan yang tidak mengambil modul di antar kerumah siswa/i, orang tua dan siswa sangat antusias dengan pembelajaran ini sangatlah efektif bila dibandingkan dengan pembelajaran melalui Handphone yang hanya beberapa persen saja siswa mengikutinya, dengan alasan tidak mempunyai HP dan jaringan yang kurang bersahabat.Dengan pemberian modul maka tidak ada kendala dalam pembelajaran dari rumah (Daring).

Keunggulan lainnya berbagi Sembako kepada siswa/i kurang mampu, juara 2 debat Bahasa Inggris Tingkat Provinsi di Banda Aceh dan masih banyak lagi  ,inilah kepedulian SMK Negeri 2 dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, dari sinilah masyarakat lebih percaya kepada sekolah ini dalam mendidik,mengajar, melatih serta membimbing anak anak mereka, buktinya pada tahun 2019 jumlah peserta siswa baru hanya 90 , dan tahun 2020 jumlah siswa peserta didik baru sudah mencapai 140 siswa/i. Ini berarti grafik sekolah meningkat dari kepercayaan masyarakat serta orang tua untuk memberikan dorongan kepada anak-anak agar belajar pada SMK Negeri 2 Lampahan. Tantangan ke depan SMK Negeri 2 ini terus berbenah disegala bidang agar dapat go Internasional

Salam  SMK BISA……!!!

Yuslena Sagala,S.Pd

Membangun Komitmen: Menungu Hasil Keputusan Ketua Pansus

Takengon  aceh tengah 1 juli 2020 di kejutkan dengan terpasangnya baliho bupati aceh tengah dengan tema memperingati hari bhayangkara ke 74, dalam baliho tersebut saya melihat kesan nya kurang baik karna baliho tersebut hanya foto bupati seorang diri saja, ada apa? Dan apakah komplik mereka tidak bisa di damaikan lagi dan berlarut larut  dalam konflik ini.

Sangat di sayangkan ketika kita melihat pemimpin kita seperti ini yang selalu memberikan tontonan yang tidak baik terhadap masyarakat, bagaimana keadaan aceh tengah kalau mereka seperti ini, kan mempermalukan roda pemerintahan aceh tengah saja. Yang seharusnya mereka mengayomi masyarakat tapi ini kok malah mempertontonkan komplik ini terhadap masyarakat.

Dalam hal ini kita mempertanyakan kinerja tim pansus yang sudah di berikan surat tugas kepada mereka dalam misi menyelesaikan konflik ini, dan kita sudah mendengar ungkapan sukurdi selaku ketua tim pansus tersebut, bahwasanya tim pansus ini sudah menjumpai bupati dan juga wakup, namun sampai saat ini tim pansus ini belum bisa mengeluarkan keputusan ini kepada publik.

Dan sukurdi mengungkapkan lagi bahwa “insya allah, dalam pertengahan juli ini kita akan mempublikasikan keputusan kepada teman teman. “

Saya memegang ungkapan ketua pansus, kita menungu hasil keputusan ketua pansus dalam waktu pertengahan juli ini, kalau saja ketua pansus ini tidak komitmen dengan ungkapan nya, kita akan turun ke kantor dprk aceh tengah untuk memperjelas kinerja mereka dalam misi untuk menyelesaikan konflik ini.

Dan saya juga berharap semoga hasil yang mereka selsaikan membuahkan hasil kepada masyarakat karena dalam kinerja mereka masyarakat menunggu akan hasil yang mereka selesaikan.

Semoga pemimpin kita lekas membaik dan berdamai, karena damai itu indah dan berharga.

Membebani APBK: Jang-Ko Analisa Pembagunan Gedung Instansi Vertikal

http://lpse.acehtengahkab.go.id/eproc4

Takengon- Melalui situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintahan Kabupaten Aceh Tengah akan membangun Gedung Instansi vertikal, Kantor Kejaksaan Negeri Takengon senilai 3,7 Miliar, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) tahun anggaran 2020 itu mendapat sorotan dari LSM Jaringan Anti Korupsi Gayo. Jum’at 26 Juni 2020.

Koordinator Jang-Ko, Maharadi mengatakan, pengusulan kegiatan untuk instansi vertikal yang dialokasikan melalui APBK Aceh Tengah semestinya cukup dibiayai dengan anggaran yang dari pusat melalui APBN. Jangan lagi membebani APBK.

Apalagi saat ini, kita butuh penghematan anggaran karena menghadapi situasi pandemi Covid-19. Pemerintahan Kabupaten Aceh Tengah dapat membatalkan Proyek Pembagunan Gedung Kantor Kejaksaan Takengon tersebut, sebab kondisi Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tengah masih kekurangan dana.

“harusnya dana Pembagunan Instansi vertikal ini yang direfokuskan sehingga dananya dapat direalokasikan untuk program penanggulangan Covid-19 dan dampak ekonomi, ” Kata Maharadi

Lanjutnya, realokasi anggaran pengalihan pengunaan kegiatan melalui APBK hanya 9,4 miliar dalam penanganan covid-19. ini jumlah yang sangat kecil, akan sangat membantu bila dana Pembagunan Gedung Kejaksaan 3,7 miliar di alihkan membantu perlindungan sosial dan stimulus kredit UMKM dalam program pemulihan ekonomi. Maharadi menuturkan, mekanisme dan tata cara pengusulan kegiatan pembangunan untuk instansi vertikal semestinya bukan dibebankan pada anggaran daerah, karena telah dianggarkan melalui APBN.

“Tidaklah tepat dalam kondisi pandemi ini, ada bantuan pengalokasian anggaran yang bersumber dari APBK Aceh Tengah yang diperuntukkan membantu pembagunan instansi vertikal” Ujarnya

Meskipun pemberian hibah dari pemerintah daerah telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri. Untuk hibah dalam bentuk uang mengacu pada ketentuan Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 yang telah diubah terakhir kali dengan Permendagri Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber APBD. Sedangkan hibah dalam bentuk barang mengikuti Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Selain itu, tambah Maharadi, jika dilihat dari Permendagri nomor 13 tahun 2018 sebagaimana dituangkan pasal 4 ayat (2), (3) dan ayat (4), disebutkan bahwa pemberian hibah harus berpedoman pada kemampuan keuangan daerah.

Harusnya Lembaga DPRK Aceh Tengah saat membahas usulan alokasi anggaran pemberian hibah kepada instansi vertikal dapat melihat bahwa pendanaan untuk instansi vertikal tersebut cukup menyedot dana APBK Aceh Tengah ditengah pandemi ini. DPRK Aceh Tengah itu punya peran dan fungsi Anggaran, Legislasi dan Pengawasan. Semestinya berkonsultasi, di ingatkan Bupati agar berhati-hati dalam mengelola keuangan daerah supaya tidak terjadi penyalahgunaan wewenang. Pungkasnya.

Maharadi
Koordinator Jang-Ko

Bako Gayo Merupakan Salah Satu Warisan Pusaka Yang Tersirat.

Benar saja kata petua-petua gayo bahwa karya seni  zaman dahulu  memiliki pesan dan makna yang tersirat, karena begitulah adat dan budaya gayo zaman dahulu yang menyampaikan pesan dengan cara yang halus termasuk syair-syair yang di buat untuk menjadi karya seni menggunakan bahasa sastra yang tinggi sehingga nilai yang terkandung di dalamnya tidak cepat tergerus oleh zaman. Salah satu karya yang sangat familiar di telinga orang gayo adalah lagu “Tawar Sedenge”  ciptaan salah satu seniman legendaris Gayo Almarhum AR Moese. Bagi masyarakat gayo lagu ini sudah seperti lagu kebangsaan rakyat gayo. Lirik-lirik lagu ini dimaknai sebagai cerita tentang sumber daya alam di dataran tinggi tanah Gayo, dan untuk mensyukuri rahmat Allah SWT atas anugerah sumber daya alam serta memotivasi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya alam dengan tidak merusak lingkungan.

“ engon ko so tanoh gayo si megah mureta dele rom batang nuyem si ijo kupi bakoe”  adalah sedikit kutipan syair lagu tawar sedenge yang menceritakan bahwa bumi gayo adalah tanah yang megah karena punya harta yang melimpah, pinus yang hijau, kopi yang berkualitas dan tembakau yang terkandung di dalam perutnya. 

Namun betapa mengejutkannya selama ini banyak orang gayo tidak menyadari akan pesan yang tersirat yang di sampaikan petua gayo melalui syair ini dari zaman dahulu.  Banyak masyarakat gayo yang selama ini tertidur dan menggantungkan penghidupan hanya pada perkebunan kopi semata. 

Ketika berbicara gayo yang muncul di benak kita adalah kopi yang enak, ternyata lebih dari itu alam gayo menyimpan kekayaan yang sangat banyak. Salah satunya adalah tembakau sebagaimana yang tertulis pada syair tersebut, belakangan ini tembakau gayo sangat menarik perhatian, beberapa kali bahkan review tentang tembakau ini hadir di platforn Youtube. Saya sendiri baru tau bahwa gayo memiliki tembakau dari teman saya yang bukan orang gayo ketika masih kuliah di yogyakarta, disana tembakau jenis ini sangat menarik dan banyak yang suka. Kesederhanaan gaya hidup masyarakat di kota itu membuat tembakau gayo menjadi tren baru bagi pencinta tembakau.

Selain cita rasanya yang enak yang membedakan tembakau ini dari tembakau lainnya adalah tembakau gayo memiliki aroma yang unik karena aromanya mirip dengan ganja. Sangat mirip, bahkan sulit dibedakan. Tapi tetap, Tembakau Gayo bukan ganja. Efek dari tembakau ini pun tak seperti ganja.

Sekilas memang secara fisik tembakau ini mirip dengan ganja, berwarna hijau. Namun warna hijau dari tembakau ini karena daun-daun yang dipilih merupakan yang masih muda. Dan proses penjemurannya pun dilakukan di pada saat mendung ataupun malam hari. Proses laboratorium pun menyatakan bahwa Tembakau Gayo tak termasuk golongan narkotika. Tak ada kandungan yang memabukkan di dalamnya. Jadi Tembakau Gayo, aman secara hukum untuk dikonsumsi.

Terbukanya pasar nasional akan tembakau gayo merupakan peluang yang sangat potensial  bagi masyarakat gayo  menjadikan alternatif pembangunan kesejahteraan masyarakat gayo selain dari perkebunan kopi. Karena sebagai mana pesan yang tersirat di dalam lagu tawar sedenge, “oyale rahmat ni tuhen ken ko bewenmu” kekayaan alam gayo adalah rahmat Allah S.W.T untuk semua rakyat gayo yang harus di manfaankan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat gayo “enti osan ku pumuni jema pusaka ni myang datu” jangan berikan warisan kekayaan alam itu kepada orang dan tangan-tangan serakah nan rakus yang senantiasa merusak alam, “Seselen pumu ni baju” mari bergegas untuk bekerja dan “uwetmi ko tanoh gayo, uwetmi masku” bangkitlah tanah gayo dan rebutlah kejayaanmu.

Peranan Teknologi Informasi: Alat Komunikasi Saat Pademi

Vera Marisa, S.Pd., M.Hum

Handphone adalah telepon genggam atau sebagai alat komunikasi narahubung jarak jauh sudah menambah fitur terbarunya di masyarakat. Ditengah pandemi berlangsung alat komunikasi tersebut beralih fungsi untuk sarana belajar mengajar mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) sampai tingkat perguruan Tinggi (PT), hanya saja penggunaan atau pengoperasiannya tergantung pada satuan pendidikan masing-masing. Misalnya untuk tingkat SD, SMP & SMA lebih rutin menggunakan SMS dan aplikasi WhatsApp. Namun dibalik kecanggihan ponsel yang saat ini ada juga yang sudah menggunakan Google Classroom, Video Pirtual Conference Zoom dan lain-lain dan hal ini juga sudah familiar digunakan oleh mahasiswa-mahasiswa di Perguruan Tinggi. Tapi dibalik kecanggihan ponsel tersebut ada titik dimana daerah yang tidak singkron jaringan ponsel yang baik, maka para guru pada satuan pendidikan mencari alternatif lain agar pembelajaran ditengah pandemi tetap berlangsung.

Dengan pengalihan fungsi ini merupakan sebuah inovasi baru dalam pembelajaran dengan mengikuti kecanggihan tekhnologi yang ada, namun tidak bisa di pungkiri juga ada hal-hal negatif saat penggunaannya, sebagai contoh anak lalai menggunakan ponsel ketika orang tua lengah dalam mengawasi anaknya. Lagi-lagi peran orang tua sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran ini, pengawasan orang tua sangat berarti ketika proses pembelajaran berlangsung, agar hal-hal yang tidak diinginkan yang merusak karakter anak tidak terjadi terhadap anak tersebut.

Inovasi-inovasi dalam proses belajar mengajar agar kiranya terus bermunculan dari setiap satuan pendidikan namun tetap pada jalur yang diperintahkan, salah satu media komunikasi tatap muka yang baik digunakan saat belajar mengajar sangat direkomendasikan menggunakan aplikasi zoom tersebut yang di uraikan diatas. Selain dengan menggunakan ponsel berbasis Android, aplikasi tersebut bisa di gunakan dengan diinstalkan di laptop. Aplikasi ini mampu menjaring 100 orang terhubung langsung saat proses pembelajaran dilaksanakan.

Saya pribadi mengharapkan agar aplikasi ini disosialisasikan ke masyarakat agar masyarakat familiar menggunakannya, namun jika di beberapa titik yang jaringan ponsel tidak baik agar memberikan alternatif lain agar pendidikan untuk setiap anak Indonesia merata sebagaimana yang kita harapkan

Mungkin hal ini perlu dikaji ulang pada daerah-daerah tertentu, dan disesuaikan di daerah masing-masing dan marilah kita bijak menggunakan media komunikasi dan peran penting pantuan orang tua terhadap pendidikan anak tersebut.

Penulis: Vera Marisa, S.Pd., M.Hum

23 Mei

FCA lakukan pelantikan kepengurusan baru berbasi online priode 2020/2022

Pada sabtu (02/05/2020)FCA lakukan pelantikan berbasis online untuk pengurus forum on education (FCA) 2020-2022. Pelantikan kali ini memiliki semangat baru serta mensinergikan visi-misi FCA yaitu “ Menjadi forum berjiwa muda yang fokus berkarya & berkontribusi pada bidang pendidikan, literasi dan penelitian “
Dalam sambutannya, Ketua FCA menyampaikan agar pengurus FCA yang baru dilantik dapat mengemban amanah sekaligus membawa tim untuk berkreatifitas melalui tiga program unggulan FCA yaitu, rumah literasi, education for all, dan penelitian & publikasi.
Adapun susunan kepengurusan yang baru klik disini

FCA meetings by Zoom