Kategori: News

Cerpen: Sengsara Membawa Berkah

Orang tuaku sudah tiada baik Ayah maupun Ibu, kami ditinggalkan enam bersaudara aku anak ke lima  Ayahku meninggal dalam keadaan sakit sewaktu aku kuliah semester tujuh,aku mulai bekerja untuk uang kuliah mulai dari semester satu, karena saya tau kesanggupan ayah dalam membelanjai diriku,dan aku sambil membantu ayah aku bekerja pada sebuah perusahaan Koperasi, yang pekerjaannya memberikan pinjaman pada orang yang meminjam, dari hasil bekerja itulah aku dapat membiayai kuliahku,aku berharap ayahku dapat menyaksikan aku dalam wisuda, tapi Allah swt lebih sayang kepada ayahku dan wisudaku hanya didampingi ibuku .

Pekerjaan berpindah-pindah sudah menjadi tradisi bagi diriku, karena diriku seorang pengangguran ,pekerjaan tidak menetap yang mempunyai dua anak masa itu,pikiran bingung karena harus mencari nafkah untuk membiayai dua orang anak satu isteri yang selalu sabar dengan keadaan yang tidak menentu.

Setiap malam kegelisahan selalui menyelimuti diriku, memikirkan pekerjaan apalagi untuk hari esok.Hari yang cerah , kubuka helaian dauan jendela untuk menyinari sejuknya udara pagi, duduk sambil minum secangkir kopi sambil mendengarkan radio dan membaca Koran, hampir bosan membaca Koran tiba-tiba ada sebuah lowongan pekerjaan di salah satu hotel, dengan wajah yang ceria diriku beranjak dari tempat duduk, sambil berlari kecil kekamar mandi membersihkan keringat yang menempel dikulit sambil menggosok gigi, setelan rapi berangkat menuju tempat penerimaan pekerjaan dengan harapan diterima,

Tiba ditempat langsung menjumpai panitia penerimaan, sambil menunggu giliran wawancara, keringat dingin tak lagi terbendung. nomor selanjutnya terdengar suara memanggil bersedu sedu, sayapun bangkit melangkah menuju ruangan wawancara. tok..tok..tok  tanganku mengayunkan pada dinding pintu..”masuk, ada suara yang memanggil” langsung diriku masuk dalam ruangan , banyak beberapa pertanyaan yang diajukan yang akhirnya diterima sebagai security dengan sedikit kekecewaan karena tidak sesuai dengan pendidikan sarjana yang saya emban, “tak mengapalah kataku dalam hati” sayapun berpamitan dan pulang sambil menyumpai isteri yang penuh harapan ada pekerjaan,”saya diterima,tetapi hanya sebagai security, tidak apa pinta isteri “yang penting ada pekerjaan “ sayapun hanya tersenyum sinis.

Esok harinya pekerjaan sudah menunggu, dengan hati ikhlas saya jalani penuh semangat. Setahun tidak terasa pekerjaan sebagai security terjali dengan baik, tidak ada perubahan dengan gaji 250.000 (duaratus lima puluh ribu rupiah),perlahan –lahan saya meninggalkan pekerjaan itu. Pengangguran kembali terjadi tetapi tidak terlalu lama, ada tetangga memberitahukan ada sebuah perusahaan menerima karyawan”lumayan lho gajinnya”, “apa benar”..”benar pintanya”, lamaranpun tertuju pada perusahaan tersebut, hanya ada lowongan sebagai pegawai kebersihan, “tidak berfikir panjang” lamaran tersebut saya terima.

Alhasil walau tidak sesuai dengan gelar yang saya miliki (Sarjana Hukum ), tiga tahun waktu berlalu tidak terasa,anak bertambah umurnya, disamping  bekerja , isteri menawarkan untuk kuliah lagi untuk menagmbil gelar kependidikan , tawaran isteripun diterima untuk melanjutkan pendidikan, terjalani sampai menamatkan pendidikan dengan tujuan agar lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan yaitu seorang guru dengan jurusan Bahasa Indonesia.

Tidak terpikir untuk mendapat pekerjaan dimasa yang akan datang, karena usia hampir mendekati untuk mencoba penerimaan Pegawai Negeri Sipil.

Malam larut tak berbintang , angin berhembus berari lari kesana kemari tanpa arah menembus poi-pori kulitku, gelisah tak menentu,pikiran terus melayang-layang bagai layang layang yang tak menetu arah.

Pagi yang cerah tak pernah secerah mentari muncul dari ufuk timur menerangi seluruh isi bumi, tepat nya hari minggu tahun 2014, suasana ramai tidak seperti biasanya, dikota dan dipantai ramai sekali karena bertepatan dengan hari libur, tiba tiba terdengar Allahu akbar beberapa kali, ada apa “dalam hati bertanya , tiba tiba pikiranku pusing perut terasa mual, apakah aku pening pinta dalam hati, rupanya bukan pening, lantai bergetar dan bergoyang-goyang kekanan dan kiri terkadang kedepan dan kebelakang , gempa!!! teriakku…manusia berhamburan keluar dari dalam rumah sambil menyebut nama Allahuakbar..Allahuakbar…bumi bergoncang berhenti sejenak, air laut tumapah kedaratan menghanyutkan apa yang ada dibumi banyak yang kehilangan sanak saudara dan orang tua.

Semenjak itu banyak yang kehilangan pekerjaan karna korban gempa, tepat tahun 2005 pemerintah membuka lowongan pekerjaan untuk pegawai negeri secara besar-besaran karena disetiap instansi banyak yang kosong, kebetulan jurusan yang saya miliki yaitu jurusan bahasa Indonesia termasuk peminatnya sangat sedikit, saya pun menhajukan permohonan untuk ikut tes pegawai negeri untuk menjadi seorang guru.Selesai mengikuti testing pikiran mulai kacau ,kerena dalam pikiran penuh khawatir “lulus atau tidak lulus”,hari terus berganti tibalah saatnya pengumuman hasil tes CPNS, hati dag dik dug…..sambil duduk diwarung kopi membuka selebaran Koran “ jantung berdetak kencang” saya melompat kegirangan sambil berteriak “aku lulus,aku lulus” berita ini terdengar kepada orang tua dan isteriku, dengan gembiranya orang tua dan isteriku  mendengar berita tersebut.

Aku menjadi  seorang yang optimis dan bukan pesimis lagi, kegembiraan ini saya bersyukur kepada Allah,swt yang telah mendengar doaku selama ini, hari hari berlalu saya menjadi seorang guru pada salah satu sekolah SMA yang dahulunya saya alumni sekolah tersebut.

Hari demi hari kulalui membimbing, mengajarkan kepada para siswa dan siswa, saya menikmati menjadi seorang guru mungkin ini ada aliran darah dari orang tua saya yang pernaj menjabat sebagai kepala sekolah dasar. Kebanggan ini saya tunjukan kepada siswa/siswi tak pernah jenuh dalam membimbing dan mengajrakan ilmu ilmu yang bermanfaat.

Dalam beberapa tahun kujalani tantangan sebagai seorang guru mulai terasa terutama dari akhlak-akhlak siswa/siswi, tetapi dengan penuh kesabaran rintangan itu terlewati , sungguh mulia jasa guru yang selalu menerangi anak didiknya penuh dengan ke ikhlasan dan kesabaran, guru pahlawan tanpa tanda jahasa, tanpa bintang-bintang dipundak, yang hanya dapat diberikan adalah senyuman dan senyuman,sungguh mulia jasamu .

TAZKIR,SPd

SMA NEGERI 1 BUKIT KAB.BENER MERIAH

Habis Terang Terbitlah Gelap: Pendidikan pada COVID19

Pendidikan ( education ) adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari suatu generasi ke generasi berikutnya serta merupakan gerbang kebangkitan maju mundurnya suatu Negara, pendidikan berasal dari kata latin ( eductum) , menurut para ahli “pendidikan adalah proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak peserta didik, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya ( Ki Hajar Dewantara ) ”.Menurut Undang-undang Nomor 20 tahun 2003, pengertian pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Begitu penting nya bagi kehidupan peradaban manusia untuk menuju masa akan datang. Mulai dari zaman kolonial penjajahan Belanda dan Jepang harus sembunyi-sembunyi untuk mendapatkan pendidikan. Pada masa saat ini harta yang berharga dan bernilai tinggi adalah pendidikan, ESDM para orang tua selalu mendukung dalam bidang pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SLTA sampai Perguruan Tinggi , antusias orang tua untuk mengejar pendidikan sangatlah tinggi pada saat ini.Tanpa pendidikan tiadalah berarti apa-apa.

2 Maret 2020 untuk pertama kalinya pemerintah mengumumkan dua kasus pasien positif  di Indonesia COVID 19 yang merata keseluruh penjuru dunia termasuk Indonesia, seluruh program tidak dapat berjalan seperti biasa termasuk dalam bidang pendidikan, untuk keamanan pribadi maupun kelompok untuk beristirahat dirumah, tidak berkumpul serta tidak melakukan kegiatan sosial.

Dalam dunia pendidikan , kejadian ini sangatlah berdampak tidak baik pada diri anak anak (pelajar ), yang kebiasaan sebelum COVID 19 terjadi, para anak didik sangatlah riang berjumpa dengan teman-teman, bermain ,bercanda dan bercerita. Begitu juga dengan para pendidik ( guru ), tawa, ceria serta penyampaian ilmu yang dimiliki disampaikan kepada anak anak untuk menambah ilmu pengetahuan dan perubahan karakter.

Saat ini setelah terjadinya covid19 perubahan pendidikan sangat menurun, baik ditingkat Dasar, Menengah, Atas dan Perguruan tinggi mengalami hal yang sama. Terutama tingkat Dasar dan Menengah, siswa belum dapat seratus persen menerima pembelajaran tanpa tatap muka, dilakukan dari jarak ( rumah ) melalui handphone , tidak sepenuhnya siswa aktif melaksanakan pembelajaran tersebut dengan alasan tidak sempurna , karena tidak semua memiliki alat (handphone, jaringan dan paket ). Jadi dalam hal ini terjadinya anak tidak konsekuen dan terlalu banyak bermain dikarnakan anak tidak ada yang memberikan dukungan ( guru ) dirumah, terutama orang tua, tidak semua orang tua dapat memberikan pembelajaran dirumah, alhasil anak tidak serius dan malas belajaran banyak bermain-main.

Semoga COVID 19 segera berakhir untuk kecerdasan anak bangsa menuju masa yang akan datang ..


TAZKIR,SPd: GURU BAHASA INDONESIA SMA NEGERI 1 BUKIT


Peranan Teknologi Informasi: Alat Komunikasi Saat Pademi

Vera Marisa, S.Pd., M.Hum

Handphone adalah telepon genggam atau sebagai alat komunikasi narahubung jarak jauh sudah menambah fitur terbarunya di masyarakat. Ditengah pandemi berlangsung alat komunikasi tersebut beralih fungsi untuk sarana belajar mengajar mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) sampai tingkat perguruan Tinggi (PT), hanya saja penggunaan atau pengoperasiannya tergantung pada satuan pendidikan masing-masing. Misalnya untuk tingkat SD, SMP & SMA lebih rutin menggunakan SMS dan aplikasi WhatsApp. Namun dibalik kecanggihan ponsel yang saat ini ada juga yang sudah menggunakan Google Classroom, Video Pirtual Conference Zoom dan lain-lain dan hal ini juga sudah familiar digunakan oleh mahasiswa-mahasiswa di Perguruan Tinggi. Tapi dibalik kecanggihan ponsel tersebut ada titik dimana daerah yang tidak singkron jaringan ponsel yang baik, maka para guru pada satuan pendidikan mencari alternatif lain agar pembelajaran ditengah pandemi tetap berlangsung.

Dengan pengalihan fungsi ini merupakan sebuah inovasi baru dalam pembelajaran dengan mengikuti kecanggihan tekhnologi yang ada, namun tidak bisa di pungkiri juga ada hal-hal negatif saat penggunaannya, sebagai contoh anak lalai menggunakan ponsel ketika orang tua lengah dalam mengawasi anaknya. Lagi-lagi peran orang tua sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran ini, pengawasan orang tua sangat berarti ketika proses pembelajaran berlangsung, agar hal-hal yang tidak diinginkan yang merusak karakter anak tidak terjadi terhadap anak tersebut.

Inovasi-inovasi dalam proses belajar mengajar agar kiranya terus bermunculan dari setiap satuan pendidikan namun tetap pada jalur yang diperintahkan, salah satu media komunikasi tatap muka yang baik digunakan saat belajar mengajar sangat direkomendasikan menggunakan aplikasi zoom tersebut yang di uraikan diatas. Selain dengan menggunakan ponsel berbasis Android, aplikasi tersebut bisa di gunakan dengan diinstalkan di laptop. Aplikasi ini mampu menjaring 100 orang terhubung langsung saat proses pembelajaran dilaksanakan.

Saya pribadi mengharapkan agar aplikasi ini disosialisasikan ke masyarakat agar masyarakat familiar menggunakannya, namun jika di beberapa titik yang jaringan ponsel tidak baik agar memberikan alternatif lain agar pendidikan untuk setiap anak Indonesia merata sebagaimana yang kita harapkan

Mungkin hal ini perlu dikaji ulang pada daerah-daerah tertentu, dan disesuaikan di daerah masing-masing dan marilah kita bijak menggunakan media komunikasi dan peran penting pantuan orang tua terhadap pendidikan anak tersebut.

Penulis: Vera Marisa, S.Pd., M.Hum

23 Mei

FCA lakukan pelantikan kepengurusan baru berbasi online priode 2020/2022

Pada sabtu (02/05/2020)FCA lakukan pelantikan berbasis online untuk pengurus forum on education (FCA) 2020-2022. Pelantikan kali ini memiliki semangat baru serta mensinergikan visi-misi FCA yaitu “ Menjadi forum berjiwa muda yang fokus berkarya & berkontribusi pada bidang pendidikan, literasi dan penelitian “
Dalam sambutannya, Ketua FCA menyampaikan agar pengurus FCA yang baru dilantik dapat mengemban amanah sekaligus membawa tim untuk berkreatifitas melalui tiga program unggulan FCA yaitu, rumah literasi, education for all, dan penelitian & publikasi.
Adapun susunan kepengurusan yang baru klik disini

FCA meetings by Zoom