Kategori: Perspektif

SMK Negeri 2 Lampahan Berbenah Dalam Meningkatkan Kualitas Peroses Mutu Pembelajaran

SMK Negeri 2 Lampahan Berbenah Dalam Meningkatkan Kualitas Peroses Mutu Pembelajaran. Tepatnya ditengah jantung kota Lampahan Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah, SMK Negeri 2 menempatkan diri sebagai sekolah berbasis kejuruan, Kepala Sekolah Yuslena Sagala,SPd kelahiran Lubuk Pakam 19 Juni 1974 Alumni IKIP Medan tahun 1997 Jurusan Penddikan Teknik Elektro, Yuslena Sagala,S.Pd kepala SMK Negeri 2 Bener Meriah, sebelumnya adalah Pendiri USB SMK Negeri 3 Pertanian Bener Meriah,satusatunya wanita yang berhasil mendirikan sekolah menurut Tri Wibowo salah seorang staf Sarpras di Gedung E Kementrian Pendidikan. SMK Negeri 2 terus membenahi diri dalam peroses belajar mengajar, administrasi,Kerjasama DU/DI dan kawasan lingkungan hijau.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan  pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP/MTs dan setingkat SMA, tujuan sekolah ini adalah mempersiapkan skill siswa  untuk masuk/menciptakan lapangan kerja, karena lulusan SMK bakal menjadi tenaga siap pakai dalam dunia kerja maupun dunia industri.

SMK Negeri 2  memiliki beberapa jurusan diantaranya:  1, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, 2. Desain Permodelan dan Informasi Bangunan, 3. Teknik Instalasi tenaga Listrik serta  4. Otomasi dan Tata Kelola Perkantoran. Kinerja dan kerja keras harus optimal jika ingin berhasil , ini yang selalu menjadi pegangan beliau (YUSLENA SAGALA,SPd) , karena pendidikan adalah nomor wahid , lemah kualitas pendidikan maka lemahlah ESDM pelajar, jika kualitas pendidikan bagus maka hasil ESDM pelajar pasti akan baik.Selalu membekali generasi milenial dengan yang terbaik. Dalam mengembangkan dan memajukan sekolah, SMK Negeri 2 Bener Meriah bekerjasama dengan Komite, Perangkat Desa, Kecamatan serta Polsek dan Dandim

Prioritas yang utama kami adalah Kualitas pembelajaran harus terjaga dengan baik, hal ini dibuktikan dengan kerjasama SMK Negeri 2 Bener Meriah dengan beberapa Dunia Usaha dan Dunia Industri salah satunya ASTRA HONDA MOTOR (AHM) yang berada di Sumatera Utara dan Aceh dibidang Keahlian Otomotif ( kenderaan sepeda motor ), setiap tahun  beberapa siswa yang nilai jualnya bagus langsung dapat bekerja pada ASTRA GROP/ HONDA , jadi jika kualitas ESDM siswa rendah tidak mungkin ada kerja sama dibidang otomotif ini baik, Selain itu untuk mengikuti perkembangan dunia  SMK Negeri 2 Bener Meriah memakai Kurikulum Edutecno Enterpreneur,mengikuti Teaching Factory (TEFA) tegasnya”

Dalam pembelajaran masa COVID 19 sekolah ini satu satunya sekolah se-Kabupaten Bener Meriah mengadakan pembelajaran dirumah (Daring/Luring) dengan memberikan MODUL Pembelajaran setiap bidang studi yang dibagikan kepada siswa-siswi, bahkan yang tidak mengambil modul di antar kerumah siswa/i, orang tua dan siswa sangat antusias dengan pembelajaran ini sangatlah efektif bila dibandingkan dengan pembelajaran melalui Handphone yang hanya beberapa persen saja siswa mengikutinya, dengan alasan tidak mempunyai HP dan jaringan yang kurang bersahabat.Dengan pemberian modul maka tidak ada kendala dalam pembelajaran dari rumah (Daring).

Keunggulan lainnya berbagi Sembako kepada siswa/i kurang mampu, juara 2 debat Bahasa Inggris Tingkat Provinsi di Banda Aceh dan masih banyak lagi  ,inilah kepedulian SMK Negeri 2 dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, dari sinilah masyarakat lebih percaya kepada sekolah ini dalam mendidik,mengajar, melatih serta membimbing anak anak mereka, buktinya pada tahun 2019 jumlah peserta siswa baru hanya 90 , dan tahun 2020 jumlah siswa peserta didik baru sudah mencapai 140 siswa/i. Ini berarti grafik sekolah meningkat dari kepercayaan masyarakat serta orang tua untuk memberikan dorongan kepada anak-anak agar belajar pada SMK Negeri 2 Lampahan. Tantangan ke depan SMK Negeri 2 ini terus berbenah disegala bidang agar dapat go Internasional

Salam  SMK BISA……!!!

Yuslena Sagala,S.Pd

Membangun Komitmen: Menungu Hasil Keputusan Ketua Pansus

Takengon  aceh tengah 1 juli 2020 di kejutkan dengan terpasangnya baliho bupati aceh tengah dengan tema memperingati hari bhayangkara ke 74, dalam baliho tersebut saya melihat kesan nya kurang baik karna baliho tersebut hanya foto bupati seorang diri saja, ada apa? Dan apakah komplik mereka tidak bisa di damaikan lagi dan berlarut larut  dalam konflik ini.

Sangat di sayangkan ketika kita melihat pemimpin kita seperti ini yang selalu memberikan tontonan yang tidak baik terhadap masyarakat, bagaimana keadaan aceh tengah kalau mereka seperti ini, kan mempermalukan roda pemerintahan aceh tengah saja. Yang seharusnya mereka mengayomi masyarakat tapi ini kok malah mempertontonkan komplik ini terhadap masyarakat.

Dalam hal ini kita mempertanyakan kinerja tim pansus yang sudah di berikan surat tugas kepada mereka dalam misi menyelesaikan konflik ini, dan kita sudah mendengar ungkapan sukurdi selaku ketua tim pansus tersebut, bahwasanya tim pansus ini sudah menjumpai bupati dan juga wakup, namun sampai saat ini tim pansus ini belum bisa mengeluarkan keputusan ini kepada publik.

Dan sukurdi mengungkapkan lagi bahwa “insya allah, dalam pertengahan juli ini kita akan mempublikasikan keputusan kepada teman teman. “

Saya memegang ungkapan ketua pansus, kita menungu hasil keputusan ketua pansus dalam waktu pertengahan juli ini, kalau saja ketua pansus ini tidak komitmen dengan ungkapan nya, kita akan turun ke kantor dprk aceh tengah untuk memperjelas kinerja mereka dalam misi untuk menyelesaikan konflik ini.

Dan saya juga berharap semoga hasil yang mereka selsaikan membuahkan hasil kepada masyarakat karena dalam kinerja mereka masyarakat menunggu akan hasil yang mereka selesaikan.

Semoga pemimpin kita lekas membaik dan berdamai, karena damai itu indah dan berharga.

Membebani APBK: Jang-Ko Analisa Pembagunan Gedung Instansi Vertikal

http://lpse.acehtengahkab.go.id/eproc4

Takengon- Melalui situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintahan Kabupaten Aceh Tengah akan membangun Gedung Instansi vertikal, Kantor Kejaksaan Negeri Takengon senilai 3,7 Miliar, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) tahun anggaran 2020 itu mendapat sorotan dari LSM Jaringan Anti Korupsi Gayo. Jum’at 26 Juni 2020.

Koordinator Jang-Ko, Maharadi mengatakan, pengusulan kegiatan untuk instansi vertikal yang dialokasikan melalui APBK Aceh Tengah semestinya cukup dibiayai dengan anggaran yang dari pusat melalui APBN. Jangan lagi membebani APBK.

Apalagi saat ini, kita butuh penghematan anggaran karena menghadapi situasi pandemi Covid-19. Pemerintahan Kabupaten Aceh Tengah dapat membatalkan Proyek Pembagunan Gedung Kantor Kejaksaan Takengon tersebut, sebab kondisi Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tengah masih kekurangan dana.

“harusnya dana Pembagunan Instansi vertikal ini yang direfokuskan sehingga dananya dapat direalokasikan untuk program penanggulangan Covid-19 dan dampak ekonomi, ” Kata Maharadi

Lanjutnya, realokasi anggaran pengalihan pengunaan kegiatan melalui APBK hanya 9,4 miliar dalam penanganan covid-19. ini jumlah yang sangat kecil, akan sangat membantu bila dana Pembagunan Gedung Kejaksaan 3,7 miliar di alihkan membantu perlindungan sosial dan stimulus kredit UMKM dalam program pemulihan ekonomi. Maharadi menuturkan, mekanisme dan tata cara pengusulan kegiatan pembangunan untuk instansi vertikal semestinya bukan dibebankan pada anggaran daerah, karena telah dianggarkan melalui APBN.

“Tidaklah tepat dalam kondisi pandemi ini, ada bantuan pengalokasian anggaran yang bersumber dari APBK Aceh Tengah yang diperuntukkan membantu pembagunan instansi vertikal” Ujarnya

Meskipun pemberian hibah dari pemerintah daerah telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri. Untuk hibah dalam bentuk uang mengacu pada ketentuan Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 yang telah diubah terakhir kali dengan Permendagri Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber APBD. Sedangkan hibah dalam bentuk barang mengikuti Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Selain itu, tambah Maharadi, jika dilihat dari Permendagri nomor 13 tahun 2018 sebagaimana dituangkan pasal 4 ayat (2), (3) dan ayat (4), disebutkan bahwa pemberian hibah harus berpedoman pada kemampuan keuangan daerah.

Harusnya Lembaga DPRK Aceh Tengah saat membahas usulan alokasi anggaran pemberian hibah kepada instansi vertikal dapat melihat bahwa pendanaan untuk instansi vertikal tersebut cukup menyedot dana APBK Aceh Tengah ditengah pandemi ini. DPRK Aceh Tengah itu punya peran dan fungsi Anggaran, Legislasi dan Pengawasan. Semestinya berkonsultasi, di ingatkan Bupati agar berhati-hati dalam mengelola keuangan daerah supaya tidak terjadi penyalahgunaan wewenang. Pungkasnya.

Maharadi
Koordinator Jang-Ko

Bako Gayo Merupakan Salah Satu Warisan Pusaka Yang Tersirat.

Benar saja kata petua-petua gayo bahwa karya seni  zaman dahulu  memiliki pesan dan makna yang tersirat, karena begitulah adat dan budaya gayo zaman dahulu yang menyampaikan pesan dengan cara yang halus termasuk syair-syair yang di buat untuk menjadi karya seni menggunakan bahasa sastra yang tinggi sehingga nilai yang terkandung di dalamnya tidak cepat tergerus oleh zaman. Salah satu karya yang sangat familiar di telinga orang gayo adalah lagu “Tawar Sedenge”  ciptaan salah satu seniman legendaris Gayo Almarhum AR Moese. Bagi masyarakat gayo lagu ini sudah seperti lagu kebangsaan rakyat gayo. Lirik-lirik lagu ini dimaknai sebagai cerita tentang sumber daya alam di dataran tinggi tanah Gayo, dan untuk mensyukuri rahmat Allah SWT atas anugerah sumber daya alam serta memotivasi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya alam dengan tidak merusak lingkungan.

“ engon ko so tanoh gayo si megah mureta dele rom batang nuyem si ijo kupi bakoe”  adalah sedikit kutipan syair lagu tawar sedenge yang menceritakan bahwa bumi gayo adalah tanah yang megah karena punya harta yang melimpah, pinus yang hijau, kopi yang berkualitas dan tembakau yang terkandung di dalam perutnya. 

Namun betapa mengejutkannya selama ini banyak orang gayo tidak menyadari akan pesan yang tersirat yang di sampaikan petua gayo melalui syair ini dari zaman dahulu.  Banyak masyarakat gayo yang selama ini tertidur dan menggantungkan penghidupan hanya pada perkebunan kopi semata. 

Ketika berbicara gayo yang muncul di benak kita adalah kopi yang enak, ternyata lebih dari itu alam gayo menyimpan kekayaan yang sangat banyak. Salah satunya adalah tembakau sebagaimana yang tertulis pada syair tersebut, belakangan ini tembakau gayo sangat menarik perhatian, beberapa kali bahkan review tentang tembakau ini hadir di platforn Youtube. Saya sendiri baru tau bahwa gayo memiliki tembakau dari teman saya yang bukan orang gayo ketika masih kuliah di yogyakarta, disana tembakau jenis ini sangat menarik dan banyak yang suka. Kesederhanaan gaya hidup masyarakat di kota itu membuat tembakau gayo menjadi tren baru bagi pencinta tembakau.

Selain cita rasanya yang enak yang membedakan tembakau ini dari tembakau lainnya adalah tembakau gayo memiliki aroma yang unik karena aromanya mirip dengan ganja. Sangat mirip, bahkan sulit dibedakan. Tapi tetap, Tembakau Gayo bukan ganja. Efek dari tembakau ini pun tak seperti ganja.

Sekilas memang secara fisik tembakau ini mirip dengan ganja, berwarna hijau. Namun warna hijau dari tembakau ini karena daun-daun yang dipilih merupakan yang masih muda. Dan proses penjemurannya pun dilakukan di pada saat mendung ataupun malam hari. Proses laboratorium pun menyatakan bahwa Tembakau Gayo tak termasuk golongan narkotika. Tak ada kandungan yang memabukkan di dalamnya. Jadi Tembakau Gayo, aman secara hukum untuk dikonsumsi.

Terbukanya pasar nasional akan tembakau gayo merupakan peluang yang sangat potensial  bagi masyarakat gayo  menjadikan alternatif pembangunan kesejahteraan masyarakat gayo selain dari perkebunan kopi. Karena sebagai mana pesan yang tersirat di dalam lagu tawar sedenge, “oyale rahmat ni tuhen ken ko bewenmu” kekayaan alam gayo adalah rahmat Allah S.W.T untuk semua rakyat gayo yang harus di manfaankan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat gayo “enti osan ku pumuni jema pusaka ni myang datu” jangan berikan warisan kekayaan alam itu kepada orang dan tangan-tangan serakah nan rakus yang senantiasa merusak alam, “Seselen pumu ni baju” mari bergegas untuk bekerja dan “uwetmi ko tanoh gayo, uwetmi masku” bangkitlah tanah gayo dan rebutlah kejayaanmu.